UPACARA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL DAN HUT PGRI KE 77 - SD FRANSISKUS...


Cikal bakal terbentuknya PGRI 

Hari Guru Nasional erat kaitannya dengan Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI. Peringatan ini merupakan hari berdirinya PGRI. Sebelum adanya organisasi ini, bersumber dari situs PGRI, para guru dahulu membentuk organisasi guru pribumi bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada masa kolonial Belanda di tahun 1912. PGHB merupakan organisasi yang bersifat unitaristik dengan anggota yang terdiri dari guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah. 

Kebanyakan dari guru tersebut bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Sekolah-sekolah tersebut menggunakan bahasa daerah ditambah bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar.  Perbedaan status, pangkat, hingga latar belakang pendidikan membuat PGHB sulit untuk memperjuangkan nasib anggotanya.  


Selain PGHB, ada berbagai organisasi guru lain yang berkembang seperti Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB).  Ada juga organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan atau lainnya seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), 


Rangkaian Perayaan Hari Pahlawan 2022



Para petugas dan artist berpose usai upacara... 123 cheese....

Berawal dari pertempuran Surabaya Cerita sejarah hari Pahlawan 10 November bermula dari pecahnya pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Penyebab terjadinya pertempuran Surabaya adalah datangnya pasukan Sekutu yang ditunggangi oleh Allied Forces Netherland East Indies (NICA) pada 25 Oktober 1945. Awalnya, tujuan Sekutu datang adalah untuk mengamankan para tawanan perang dan melucuti senjata Jepang.

  

Ingin membaca lebih lanjut......



Memperingati hari pahlawan tahun 2022 SD Fransiskus melaksanakan beberapa kegiatan yang dilaksanakan mulai dari tanggal 4 hingga 10 November 2022.
Kegiatan itu meliputi :
  • Belajar menulis puisi dan mementaskan bersama Sastrawan Lampung yaitu Abah Isbedy. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 4 pada hari Jumat, 4 November 2022.
  • Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan menjadi kegiatan kedua pada tanggal 6 November 2022 yang diikuti oleh semua kelas, dimana masing-masing kelas mengirim utusannya dan melaksanakan tabur bunga bersama Bapak dan Ibu Guru serta Suster Kepala Sekolah, Sr.M.Elfrida FSGM.
  • Pada puncaknya tanggal 10 November 2022 seluruh siswa dan guru melaksanakan puncak peringatan hari pahlawan dengan upacara bendera. Hal lain atau istimewa pelaksanaan upacara ini adalah diadakannya drama atau tablo tentang pahlawan menjelang amanat pembina upacara.

Bina Praremeja Kelas 6 di RR.Laverna "Aku Yang Dikasihi"


 Pra remaja adalah usia diantara 10 sampai dengan 14 tahun yang merupakan peralihan dari masa anak- anak menuju tahapan sebelum dewasa. Pada masa ini banyak perubahan yang dialami oleh anak, baik perubahan fisik maupun psikis. Perubahan fisik dipengaruhi oleh hormon di dalam tubuh sehingga membuat anak mengalami perkembangan yang sangat pesat dari bentuk tubuh, biologis, dan lain-lain. Sedangkan hormon-hormon yg ada di dalam tubuh anak juga menyebabkan perubahan yang sangat besar pada psikis anak.

Masalah yang paling sering muncul adalah perbedaan persepsi antara anak dan orang tua. Persepsi orang tua, anak pra remaja sama dengan masa kanak-kanak, dimana anak harus selalu mengikuti keinginan orang tua, anak manis yang penurut, belum bisa buat keputusan, masih harus diarahkan, dan lain-lain. Namun berbeda dengan persepsi anak pra remaja, mereka merasa bahwa mereka bukan anak kecil lagi yang harus terus dipaksa mengikuti aturan, mereka punya pendirian dan ingin diakui sebagai orang dewasa. Selain perbedaan persepsi antara orang tua dan anak, pada masa pra remaja juga ditandai dengan emosi yang sangat labil, perubahan mood yang cepat, keinginan memberontak, menolak aturan, interaksi dengan orang tua mulai berkurang, mulai merasa malu jika dipeluk dan dicium orang tua di depan teman-temannya, serta  ada keinginan untuk mendorong batasan yang selama ini ditetapkan oleh orang tua.

T

Mereka Tidak Bilang "Ngangsu Kawruh"



Bersama Abah Isbedy Stiawan ZS  anak - anak belajar memaknai "Pahlawan" bagi mereka, khususnya dalam rangkain memperingati Hari Pahlawan 2022.

Sesuai dengan dunianya, yakni dunia kanak-kanak Abah yang juga dijuluki "Paus Sastra Lampung" mengajak anak -anak belajar dan membuat bentuk karya berupa tulisan dalam suasana yang santai menyenangkan. Tidak harus seberat namanya workshop atau seminar namun atmosfir belajar hari Jumat, 4 November pagi itu adalah "ngangsu kawruh"  yang suasananya berbeda dengan hari biasanya.



Acara ini dibuka tepat pukul 08.00 oleh Kepala Sekolah, Sr.M.Elfrida disambung dengan sambutan singkat beliau dengan memberikan semangat kepada anak-anak memaknai kegembiraan belajar bersama Abah Isbedy.

Keluar dari kelasnya, lalu belajar membuat dan mementaskan hasil karyanya walau hanya dalam waktu yang singkat bersama beliau terasa sangat istimewa. Tentu ini tidak terlepas dari MC yang turut memberi semangat yakni Bu Tin dan Bu Noven, serta dukungan para wali kelas empat semua.


 

Pada bagian awal dan tengah acara juga menjadi bagian yang menarik, saat Pak Wawan berkolabolarasi dengan Abah Isbedy memberikan contoh musikalisasi puisi dan pada bagian lain disahut anak -anak menyanyi bersama-sama. Adalah kebersamaan yang apik bahkan indah membangun harmoni dan kecintaan akan negeri serta memberi penghormatan kepada para pendiri bangsa dan tanah air tercinta.