Showing posts with label anak. Show all posts
Showing posts with label anak. Show all posts

Juara 1 Hot Sprint

Agnes Audrey Florencia Wibowo

PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) menggelar penjaringan atlit di Stadion Pahoman Bandar Lampung, dipenghujung Februari 2020. Di dalam pelaksanaannya terbagi dalam beberapa kategori.

Selamat untuk Agnes dari kelas 1D SD Fransiskus 2 Rawalaut Bandar Lampung, berhasil memperoleh Juara 1 (satu) untuk nomor 30 meter Hot Sprint kelompok usia 7 tahun. Semoga mendapat kesempatan untuk tampil kembali pada ajang atletik yang akan datang.

Ekspresi Diri dan Komunikasi

Sudah sekian abad kurikulum yang pernah digunakan oleh sekolah-sekolah di penjuru dunia tetap memperhatikan hal-hal mendasar yang penting untuk dicapai oleh anak-anak atau para pembelajar. Aneka jenis pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh atau dikembangkan pasti akan sangat berarti bagi para murid. Namun demikian para pakar dan pemerhati pendidikan tidak bosan-bosannya dan  tetap  terus menerus menjaga dan mengembangkan  beberapa hal yang mendasar dan sangat penting bagi anak mendapatkannya yakni - diantaranya ruang untuk tumbuh sewajarnya atau selayaknya; yang dapat berupa wadah untuk ekspresi diri dan pengembangan kemampuan komunikasi mereka.

Secara kenampakan dapat dilihat bagaimana  anak-anak di lingkungan kita juga senantiasa menunjukkan upayanya dan kemampuannya untuk mempercantik buah karyanya dengan hal-hal sederhana yang dapat mereka lakukan, atau dengan bantuan perangkat digital dan aneka applikasi yang sudah rekat dan akrab dengan  dunia mereka.








Model yang mereka jumpai, contoh-contoh yang sering mereka dapatkan, baik yang di rumah maupun di sekolah telah memberikan pengaruh kepada tumbuh kembangnya; disadari atau tidak melalui berbagai aktivitasnya berproses telah mengumpulkan atau menabung wawasan  dan memori diri yang memungkinkan atau dapat  memberikan kekayaan pada imaginasi mereka dalam menuangkan hasil karyanya.

Ketika berhadapan dengan keadaan semacam ini, kita tidak selalu menyadari dan tak sedikit menganggap hal yang biasa saja. Karenanya cara merespon terhadap karya-karya eksplorasi dan reaktif pun sangat beragam yang akan dihadapi oleh anak-anak kita. Akan sangat disayangkan apabila ada reaksi yang menerima dengan apresiasi tinggi , apresiasi wajar dan juga penolakan dengan kerasterhadap sebuah karya atau bahkan perusakan pada karya kreataif anak tanpa memahami lebih dalam tentang proses imaginatif mereka yang mendorong suata karya mereka terwujud; yang pastinya sangat lebih baik bila mendapatkan apresiasi atau penghargaan yang minimal sewajarnya, atau jika dibutuhkan penghargaan yang lebih setara.

Kehebatan anak-anak "jaman now" tentu tak hanya pada hal visual, tetapi kita dapat menjumpai mereka yang mulai mengeksplorasi dalam aneka seni termasuk seni suara/ musik, seni tari,  lingkungan hidup, kemanusiaan, sains dan teknologi dll. yang sebagian sudah sering muncul dalam media-media nasional kita. Menutup coretan singkat ini, terbersit untuk terus menerus mengajak  kita untuk senantiasa melanjutkan dalam mendorong mereka, para generasi muda, berpiki kreatif sejak dini juga berkreasi dalam banyak hal baik itu dilakukan secara pribadi maupun bersama-sama..

ANAK GAJAH

Pada suatu hari disebuah hutan yang besar ada sekelompok kawanan gajah yang sedang beraktifitas bersama keluarganya. Ibu gajah sedang memandikan anak bungsunya disungai dan ayah gajah bercerita kepada anak-anaknya yang lain dibawah pohon yang rindang, ayah gajah mengatakan kepada anak-anaknya bahwa kita hidup harus saling tolong-menolong kepada semua mahluk yang ada dihutan ini, kepada semut yang paling kecil, badak, kancil, siput, kura-kura, kera, burung, ular, belalang, dan lain-lain bahkan kepada harimau yang sangat galak ia berkumis, memiliki taring yang kuat, dan sangat menakutkan.
Suatu ketika disaat sore hari seekor anak gajah sedang jalan-jalan, ketika ia berjalan ia mendengar suara minta tolong, benar saja ketika ia mendekati sumber suara itu dilihatnya seekor anjing labrador yang sedang terjerat oleh jaring para pemburu. Anak gajah itupun ingat akan cerita ayahnya bahwa kita hidup harus saling tolong menolong, tapi ia sedikit takut karena ia berpikir anjing labrador itu adalah harimau yang galak, namun dengan memberanikan diri ia segera menghampiri anjing labrador itu dan dengan belalainya ia melepaskan jeratan yang mengikat kaki anjing malang itu, mungkin jika tidak segera ditolong maka anjing labrador itu akan mati karena tidak bisa kemana-mana, ia sudah terjerat sejak tadi pagi. “terima kasih ya jah, kamu sudah mau menolongku”  kata anjing labrador, “iya... sama-sama harimau” jawab anak gajah itu, lalu anjing labrador pun pulang dengan tubuh sempoyongan dan bergabung dengan keluarganya.
Ketika malam tiba anak gajah itupun bercerita kepada ayah gajah bahwa sore tadi ia telah menolong seekor harimau yang terjerat, “ pi tadi aku menolong harimau lho...” “ternyata harimau itu juga baik kok pi, ia keren tidak menakutkan walaupun berkumis dan bertaring” kata anak gajah “ masak sich?? Sahut ayah gajah sambil terbengong-bengong. Expo By alexrr6@gmail.com.
Pesan moral dari cerita diatas : kita hendaknya hidup saling mengasihi dengan sesama manusia siapapun mereka, bahkan dengan orang yang paling kita benci.