Menjadi "Chef Cilik" di Pizza Hut!

 


​Pada tanggal 30 Januari 2026, murid-murid Kelas 1 SD Fransiskus 2 menjalani hari yang sangat istimewa. Bukan belajar di dalam kelas seperti biasa, kali ini kami melakukan perjalanan luar kelas (field trip) menuju Pizza Hut untuk belajar sambil bermain!

​Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kreativitas, kemandirian, dan memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak tentang bagaimana makanan kegemaran mereka dibuat.

1. Semangat Pagi yang Ceria

Sejak awal keberangkatan, wajah-wajah ceria sudah terpancar dari para siswa. Sebelum memulakan aktiviti utama, anak-anak diajak untuk bergerak aktif melalui sesi senam bersama [02:23]. Dengan irama muzik yang bersemangat, mereka melakukan pelbagai gerakan kaki dan tangan untuk memanaskan badan agar lebih bertenaga sepanjang hari [03:08].

2. Mengasah Bakat Melalui Lomba Mewarna

Kreativiti anak-anak mula diuji dalam sesi mewarna gambar [00:15]. Dengan teliti, mereka memberikan warna-warna indah pada kertas yang telah disediakan [06:12]. Aktiviti ini bukan sekadar mengisi masa, tetapi juga menjadi ajang perlumbaan kecil untuk melihat siapa yang paling rapi dan kreatif dalam menggunakan warna [06:23].

3. Pengalaman Menjadi "Chef Cilik"

Inilah momen yang paling ditunggu-tunggu! Anak-anak berpeluang untuk membuat pizza mereka sendiri. Kakak-kakak pembimbing dari Pizza Hut memperkenalkan pelbagai jenis bahan atau topping, seperti potongan ayam, daging burger lembu, hingga daging cincang yang berbentuk seperti bola abu-abu [04:14].

​Dengan bimbingan yang sabar, setiap murid belajar menyusun topping di atas adunan pizza mereka mengikut selera masing-masing [04:42]. Wah, lihatlah betapa seriusnya mereka menghias pizza agar kelihatan cantik dan lazat! [05:11].

4. Penutup yang Manis

Setelah penat beraktiviti, kepuasan terpancar apabila melihat hasil karya pizza sendiri yang siap untuk dimasak. Field trip kali ini benar-benar memberikan kenangan manis dan ilmu baru bagi anak-anak Kelas 1 SD Fransiskus 2.

​Terima kasih kepada para guru, para orang tua dan wali juga pihak Pizza Hut yang telah menjayakan acara ini. Sampai jumpa di pengembaraan kelas seterusnya!

Video Selengkapnya: Klik di sini untuk menonton




Jeda Sebentar! Kenalan Yuk Sama Mindfulness (Biar Enggak Gampang Stres!)



Halo teman-teman sekolah! Pernah merasa overthinking sampai tugas yang harusnya gampang jadi terasa berat? Atau, saat lagi belajar, pikiranmu malah sibuk mikirin drama semalam?

Nah, itu tandanya kita butuh JEDA! Dan jeda terbaik itu namanya Mindfulness, atau yang sering kita sebut Kesadaran Penuh.

Apa Sih Sebenarnya Mindfulness Itu?

Gini deh, bayangkan kamu lagi main game. Kalau kamu fokus 100% pada game itu, kamu pasti tahu persis apa yang terjadi, dan kamu bisa bereaksi cepat, kan?

Mindfulness itu mirip: ini adalah seni untuk hadir 100% di momen saat ini.

Sederhananya:

Mindfulness = Sadar Apa yang Terjadi Sekarang + Menerimanya Tanpa Menghakimi.

Ini bukan soal mengosongkan pikiran (itu mustahil!), tapi soal sadar kalau pikiranmu lagi sibuk ke mana-mana, lalu menariknya kembali ke apa yang kamu lakukan sekarang.

🚀 Kenapa Anak Sekolah Butuh Mindfulness?

Capek dikejar tugas, PR numpuk, belum lagi mikirin ekstrakurikuler dan pertemanan. Hidup kita cepat banget! Mindfulness bisa jadi cheat code buat kita:

  1. Anti-Stres dan Anti-Panik: Saat kamu panik (misalnya, saat ujian), Mindfulness membantu kamu berhenti sejenak. Kamu sadar, "Oke, aku lagi cemas," tanpa harus langsung larut dalam kecemasan itu.

  2. Fokus Belajar Nambah! Kalau kamu lagi baca buku (secara mindful), pikiranmu enggak akan lari ke TikTok atau status terbaru. Hasilnya? Belajar lebih efisien dan cepat masuk otak.

  3. Hubungan Jadi Lebih Oke: Ketika ngobrol sama teman (secara mindful), kamu benar-benar mendengarkan, bukan sibuk menyusun balasan di kepala. Ini bikin komunikasi jadi lebih nyambung.

💡 Trik Gampang Praktik Mindfulness ala Anak Sekolah!

Mindfulness itu bukan cuma meditasi sambil duduk diam. Kamu bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja.

AktivitasCara Praktik Mindfulness
Saat Makan SiangJauhi HP sebentar. Kunyah makananmu perlahan. Rasakan betul-betul rasa nasi, sayur, atau lauk yang kamu makan. Cium aromanya. Nikmati sensasi kenyang yang datang.
Saat Berjalan ke Kantin/KelasJangan terburu-buru. Fokus pada langkah kakimu. Rasakan sepatu menapak di lantai. Lihat detail sekitar—bukan cuma lewat. Ini namanya Mindful Walking!
Teknik "Stop 3 Nafas"Sebelum mulai ujian atau presentasi, tutup mata sebentar (atau lihat ke bawah). Ambil 3 kali napas panjang (tarik pelan dari hidung, hembuskan pelan dari mulut). Rasakan sensasi napas itu. That's it!
Mencuci Piring atau Merapikan MejaFokuskan semua indra pada tugas itu. Rasakan air, bau sabun, dan lihat bagaimana meja atau piringmu perlahan bersih. Anggap ini sebagai "mini-meditasi".

Ingat!

Mindfulness itu bukan sulap yang langsung menghilangkan stres. Tapi, ini adalah latihan yang membuat pikiranmu jadi lebih kuat dan fokus. Setiap kali pikiranmu kabur (wajar banget!), tarik lagi perlahan. Anggap saja kamu melatih otot perhatianmu.

Yuk, mulai hari ini, coba lakukan satu kegiatanmu dengan sadar penuh! Dijamin, mood dan fokus belajarmu akan meningkat drastis!



Kapal Pemecah Es dan Tepuk Sapu

 Cerita pendek untuk anak-anak dan remaja

Di sebuah negeri jauh di utara, lautannya membeku hampir sepanjang tahun. Kapal-kapal biasa tak bisa lewat. Tapi ada satu kapal istimewa bernama Pemecah Es. Ia punya badan kuat dan suara nyaring. Tugasnya: membuka jalan di lautan beku, agar kapal lain bisa lewat dan bertemu.

Suatu hari, Pemecah Es bertanya, “Kenapa semua kapal takut mendekat?” Angin menjawab, “Karena es membuat mereka diam dan dingin. Mereka butuh kamu untuk mencairkan suasana.”

Pemecah Es pun melaju, membelah es, dan perlahan kapal-kapal lain mulai berdatangan. Mereka saling menyapa, tertawa, dan berbagi cerita. Lautan yang tadinya sunyi, kini penuh warna dan suara.



Di tempat lain, di sebuah ruang kelas, anak-anak duduk diam. Tak ada yang bicara. Suasananya seperti lautan beku. Tapi tiba-tiba, seorang guru berkata, “Ayo kita mulai dengan Tepuk Sapu!”

Tepuk… SAPU! Sapu kanan… bersih! Sapu kiri… rapi! Sapu depan… semangat! Sapu hati… gembira! Bersih… sehat… bahagia!

Anak-anak tertawa, bergerak, dan mulai saling menyapa. Suasana pun berubah. Dari beku menjadi hangat. Dari diam menjadi ceria.

Sejak hari itu, semua tahu: Ice breaking bukan sekadar tepuk tangan. Ia adalah kapal pemecah es dalam hati manusia. Dan Tepuk Sapu? Itu adalah dayung kecil yang bisa membuka jalan menuju kebersamaan.