Perkenalan Juri Lomba - Online Kids Art Festival - SD Fransiskus 2

Berikut adalah daftar peserta atau play list untuk masing-masing cabang yang sudah ada di channel youtube untuk para peserta lomba :



Story Telling                          Fashion Show                        Gerak dan Tari

Selamat ya, buat adik-adik semua yang telah berusaha maksimal dan berusaha yang terbaik untuk berani tampil dan ambil bagian dalam menunjukkan bakat kalian. Semoga semakin hari adik-adik semakin berani untuk bertambah maju dalam banyak hal, utamanya dalam belajar. 




Bahan Alami

Salah satu mata pelajaran yang perlu diberikan di sekolah dasar ialah Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Dalam mata pelajaran SBdP terdapat pembelajaran seni seperti Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari dan Ketrampilan. Pembelajaran Seni Rupa di dalam mata pelajaran SBdP termasuk dalam kelompok mata pelajaran estetika.


Pada suatu pelajaran SBdP anak-anak pasti ingat, ketika Ibu guru mengenalkan kepada kalian  beberapa kerajinan yang terbuat dari bahan alam. Tidak cukup sampai disitu anak-anak pun mencoba membuat berbagai kreasi seni yang sangat menarik. Ada yang menggunakan daun kering, ada yang memilih menggunakan kacang-kacangan dan ada pula yang menggunakan ranting kering.



Apa pun yang sudah kalian buat merupakan usaha dan pengalaman yang baik dalam belajar. Lihatlah cincin di atas, sangat indah bukan? Itu terbuat dari bahan kayu. Mungkin beberapa anak belum mengenal, bahwa ada jenis kayu yang dapat dibuat cincin yang sangat indah. Tentu saja untuk pembuatannya membutuhkan kayu terbaik. Ada pula yang menggunakan bahan fosil atau kayu yang sudah membatu. Sebagai bahan yang dapat dibentuk, mempunyai serat yang indah serta kuat. Seorang pengrajin yang membuatnya pastilah sangat sabar dan teliti serta sudah berlatih dengan sangat lama.

Kita dapat mencoba sebagaimana yang dicontohkan Ibu guru, membuat karya yang lebih sederhana dengan menggunakan bahan yang  mudah kita dapatkan.



Kupu kupu kertas adalah judul sebuah lagu yang indah, ia juga sering dilukis dan dijadikan pilihan berbagai karya seni, namun apabila kertas yang berbahan dasar alam sudah termasuk bahan olahan, maka apabila ingin menggantinya dengan yang bahan alami dapat menggunakan daun, kupasan bawang, pelepah atau kulit kayu dsb. mana yang mudah didapatkan.


Walaupun kegiatan belajar ini hanya sederhana bahkan sudah tampak biasa saja sebenarnya tetap memiliki askpek multi dimensi yang membawa mereka dalam pengalaman nyata dengan rantai kehidupan , prinsip-prinsip kehidupan yang harus dikenalkan sejak dini, bukan sebatas mengenal nama dan menikmatinya namun menata juga mengelola hingga membangun mental pribadi yang menghasilkan karya yang bernilai  baik bagi dirinya maupun orang lain.



Alat Komunikasi Tradisional dan Modern


SALAM PRAMUKA!

Anak-anak siaga yang berbahagia dan bersemangat, saat ini kita sedang berlatih bersama secara daring. Kita bertemu dan berkomunikasi dengan menggunakan berbagai alat bantu seperti smartphone, personal computer, laptop yang semuanya terhubung oleh internet. Ini adalah alat-alat komunikasi yang dapat dikelompokkan sebagai alat komunikasi modern.




Sebagai anggota pramuka sangat penting kita belajar mengenal bahwa manusia selalu membutuhkan komunikasi dan telah menggunakan alat sebelum adanya alat komunikasi modern untuk berkomunikasi. Untuk itu pada latihan hari ini kita akan mengenal lebih banyak beberapa contoh alat komunikasi yang digunakan oleh masyarakat secara umum, yang dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu alat komunikasi tradisional dan alat komunikasi modern.



Contoh Alat Komunikasi Tradisional

1 .Kentongan

2. Daun Lontar

3. Lonceng

4. Hewan

5. Tongkat

6. Surat

7. Terompet

8. Asap

9. Prasasti

10. Bedug

11. Gong

12. Gamelan

13. Telepon Kaleng

14. Bendera

15. Isyarat



Contoh Alat Komunikasi Modern

1. Telepon

2. Media Massa

3. Televisi

4. LCD Proyektor

5. Faksimili

6. Radio

7. Komputer dan Laptop

8. Jaringan Internet

9. Microfon dan Toa


Di dalam latihan ini, kita akan membahas lebih pada fungsinya, yaitu fungsi alat komunikasi itu bukan pada harganya misalnya mana yang lebih murah atau paling murah; atau mana yang lebih mahal atau paling mahal. Karena apabila bicara harga, ia akan menjadi hal yang bisa berubah-ubah dari waktu kewaktu bahkan ada jenis alat komunikasi yang sulit untuk diukur dengan harga, 
misalnya seorang teman bertanya "Berapa harga satu lembar janur kuning yang usai dipakai oleh masyarakat untuk menandai perhelatan di suatu tempat? "  Sekali lagi kegunaan atau fungsinyalah yang akan kita jadikan sebagai pengisi materi latihan kita.

SELAMAT BERLATIH.
11th .


The Power of Play



Play is a natural part of childhood and is inherently human. Play is an important way for children to acquire new knowledge and skills from birth. Play can take many forms. When children play, they learn to socialize
and they develop early foundational concepts in maths, science, geography, the universe and virtually all aspects of existence. 

The brain thrives on experiences that establish new neural connections and pathways and play is a perfect way to provide these experiences for infants and young children.

Pramuka dan Sumpah Pemuda

SALAM PRAMUKA!

Apa kabar adik-adik? Semoga kalian senantiasa sehat dan semangat saat ini, terutama ditengah hiruk pikuk informasi suasana perayaan Sumpah Pemuda. 

Sumpah Pemuda, Sebuah perayaan yang sangat erat hubungannya dengan semangat yang dimiliki oleh para anggota pramuka. Semangat yang selalu memiliki kerelaan untuk maju, tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik dan bermakna bagi banyak orang serta masyarakat luas. Semangat dari anggotanya yang pantas dan senantiasa dimiliki semua anggota dari yang paling muda hingga yang sudah lanjut usia untuk tetap bergerak.

Salah satunya adalah dengan kerelaannya membaharui janji dan membangun tekat tanpa henti. Maka tepat juga bila hari ini semua anggota dapat bergantian atau bersama-sama menghidupi semangat ini dengan mewujudkan kode kehormatan pramuka dimulai dari pengucapan dengan sungguh-sungguh hingga melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari dimana saja kita berada.

Kode kehormatan itu sebagai landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong. Kode Etik Organisasi dan Satuan Pramuka dengan landasan ketentuan moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan. Kode kehormatan bagi Pramuka disesuaikan dengan golongan usia perkembangan rohani dan jasmani peserta didik.



Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga, yaitu:

a. Dwi Satya Pramuka Siaga adalah Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia            dan  menurut aturan keluarga.

2. Setiap hari berbuat kebaikan.

b. Dwi Darma Pramuka Siaga, yaitu:

1. Menurut Ayah Dan Bundanya.

2. Berani dan tidak putus asa


Kode Kehormatan bagi Pramuka Penggalang, yaitu:

a. Tri Satya Pramuka adalah Demi kehormatan aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia            dan   mengamalkan Pancasila.

2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.

3. Menepati Dasa Darma.

b. Dasa Darma Pramuka, yaitu:

1. Takwa pada Tuhan Yang Maha Esa

2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia

3. Patriot yang sopan dan kesatria

4. Patuh dan suka bermusyawarah

5. Rela menolong dan tabah

6. Rajin, terampil dan gembira

7. Hemat, cermat dan bersahaja

8. Disiplin, berani dan setia

9. Bertanggunngjawab dan dapat dipercaya

10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan


Pramuka Penegak, Pramuka Pandega dan Anggota Dewasa

a. Tri Satya (sama dengan Dasa Darma untuk Pramuka Penggalang).

b. Dasa Darma (sama dengan Dasa Darma untuk Pramuka Penggalang).


Kesanggupan anggota dewasa untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa depan yang lebih baik, dinyatakan dengan IKRAR, (lihat ART pasal 22, 4-f).

Cara menerapkan Kode Kehormatan Pramuka:

a. Pelaksanaan suatu Kode Kehormatan tidak dapat dibangun di atas dasar lain kecuali di atas dasar Kesukarelaan.

b. Kode kehormatan yang diterima atas dasar kesukarelaan menimbulkan rasa tanggung jawab langsung terhadap ketinggian budi pekerti.

c. Dalam menanamkan Kode Kehormatan itu, Pembina hendaknya :

1. Memberikan pengertian melalui pertimbangan akalnya.

2. Menumbuhkan semangat melalui pertimbangan rasa.

3. Membulatkan tekad/ kemauan untuk melaksanakannya.


Kesimpulan:

a. Kode kehormatan merupakan norma dalam kehidupan Pramuka dan terpancar dalam sikap dan tingkah laku Pramuka sebagai hasil pembangunan watak dari proses kegiatan kepramukaan.

b. Kode kehormatan Pramuka hendaknya diterapkan Pembina terhadap dirinya sendiri untuk kemudian disosialisasi dan ditanamkan kepada peserta didik melalui berbagai kegiatan kepramukaan yang menarik, menyenangkan dan penuh tantangan

c. Kode Kehormatan identik dengan harga diri atau kehormatan diri.

d. Pelanggaran terhadap Kode Kehormatan mengandung pengertian jatuhnya harga diri/ kehormatan diri seorang Pramuka.

e. Pelanggaran Kode Kehormatan Pramuka yang dilakukan oleh Pramuka hendaknya dijadikan bahan rapat Dewan Kehormatan agar yang bersangkutan dapat memperbaiki diri dan dapat bergiat dalam satuannya lagi.


Kepustakaan Kode Kehormatan Pramuka:

1. AD & ART Gerakan Pramuka, (Kepres RI No. 24 Th 2009 & Kep KaKwarnas No.203 Tahun 2009), Kwarnas, Jakarta, 2009.

2. Pancasila & UUD 1945.

3. Goleman, Daniel. Kecerdasan Emosi Untuk Mencapai Puncak Prestasi. Gramedia : Pustaka Utama. Jakarta, 1999.

4. Pendidikan Nilai Gerakan Pramuka. Kwarnas. Jakarta, 1999.

Pantun Pramuka 1,2,3 dan 4

liatihan ke-10

Hari Sumpah Pemuda

Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (kini bernama Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia".

Istilah "Sumpah Pemuda" sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya. Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda. Naskah orisinil diabadikan menggunakan ejaan Van Ophuijsen.


    Pertama:

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.


    Kedoea:

 Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.


    Ketiga:

 Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.


Hari ini sudah berlalu 93 tahun, dan semangat itu tampak hidup dan terus menyala untuk membawa Indonesia semakin bersinar.

Selamat Hari Sumpah Pemuda Ke-93 





Video Perayaan Sumpah Pemuda Kelas 1

Video Perayaan Sumpah Pemuda Kelas 2

Video Perayaan Sumpah Pemuda Kelas 3

Video Perayaan Sumpah Pemuda Kelas 4

Video Perayaan Sumpah Pemuda Kelas 5

Video Perayaan Sumpah Pemuda Kelas 6